3 Juli, 2022

The Campus Magazine Polimdo

Lensa Informasi dan Aspirasi

Jurnalis Kampus Dan Jiwa Kritis Mahasiswa Disaat Pandemi

2 min read

Penulis : Gunawan Ndai

8a9f450f-af4e-4579-95b8-180c7f3f04aa Jurnalis Kampus Dan Jiwa Kritis Mahasiswa Disaat Pandemi
(https://elektro.polimdo.ac.id/) : Gedung Kuliah Terpadu Politeknik Negeri Manado

TheCamp-Dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, Pers merupakan lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengelolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, gambar dan suara, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia.

Di Indonesia sendiri pers merupakan salah satu faktor dari kemerdekan, dimana wartawan Indonesia bersama para perintis pergerakan kemerdekanaan berjuang menghapus penjajajahan yang bertugas memberitakan dan memberi penerangan guna membangkitkan kesadaran nasional, serta secara langsung melibatkan diri dalam kegiatan membangun perlawanan rakyat terhadap penjajahan.

Sementara itu pers mendapatkan kemerdekaan secara luas dalam arti bebas dalam berpendapat secara kolektif dari hak berpendapat secara individu yang diterima sebagai hak asasi manusia. Hal tersebut dimulai dengan pengesahan RUU Pers menjadi UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sementara dalam dunia kampus seperti sekarang ini, pegiat pers terhimpun dalam Unit Kegiatan Mahasiswa yang bernanama UKM Pers atau Lembaga Pers Mahasiswa (LPM). kehadiran Pers dalam dunia kampus  sebagai sarana peningkaran kreativitas mahasiswa, media komunikasi dan informasi civitas akademika guna mendidik setiap anggotanya menjadi jurnalis yang kritis dan bertanggungjawab memenuhi tuntutan kode etik Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI).

Hadirnya pers dalam dunia kampus memberikan wadah dari jiwa kritis mahasiswa, yang merupakan tonggak penting dalam kelangsungan kampus terlebih terwujudnya keadilan bagi setiap mahasiswa. Pers mahasiswa merupakan fondasi bagi jiwa kritis nan vokal dalam mengkritisi permasalahan kampus atau kebijakan yang memberatkan mahasiswa.

Bungkamnya Pers mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal mahasiswa tetapi juga terjadi dari internal mahasiswa. Bergantinya kepentingan baik politik maupun non politik yang dikejar mahasiswa atau hanya karena tidak ingin menyibukan diri di luar bidang akademik membuat Pers Mahasiswa tenggelam dari sisi keadilan.

Penulis tidak mengatakan bahwa jiwa kritis seorang mahasiswa telah hilang, akan tetapi kuatnya aturan yang mengikat mahasiswa serta kebiasaan yang dibangun dalam dunia kampus yang membuat mahasiswa enggan untuk menyuarakan pendapatnya tentang sebuah ketidakadilan. Hal kritis dianggap sebagai  ancaman atau hal yang merepotkan bagi mahasiswa itu sendiri, sehingga pembungkaman jiwa kritis bagi seorang mahasiswa.

Adapun, pola pembungkaman dengan sebuah sistem yang melilit mahasiswa, menurut penulis telah memutuskan urat nadi kekritisan mahasiswa. Seharusnya pihak institusi kampus harus segera berbena diri untuk bisa mengimbangi pola pemikiran mahasiswa zaman modern sekarang ini.

Menjadi kampus merdeka harusnya memerdekakan insan mahasiswa, juga dalam hal ini Pers Mahasiswa untuk mengemukakan pendapat, serta memberi ruang lebih untuk mahasiswa dalam mengembangkan kreatifitasnya serta untuk bertukar pikiran lansung antara pihak kampus dengan mahasiswanya.

Dengan berkembangnya teknologi yang sangat pesat seharusnya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin terlebih disaat pembatasan seperti sekarang ini, karena covid-19 untuk melaksanakan koordinasi vertikal antara pihak kampus dan mahasiswa.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.