3 Juli, 2022

The Campus Magazine Polimdo

Lensa Informasi dan Aspirasi

Refleksi Demokrasi Dalam Pemilihan Presiden Mahasiswa Polimdo

2 min read

Penulis : Waluyo

2090_sooevi Refleksi Demokrasi Dalam Pemilihan Presiden Mahasiswa Polimdo
Foto : Ilustrasi

Demokrasi merupakan salah satu sistem yang dianut dalam sebuah pemerintahan dimana warga atau anggota memiliki hak yang setara dalam pengambilan keputusan. Dalam sistem Demokrasi segalah keputusan yang diambil berdasarkan kuantitas suara dari warga atau anggota organisasi tersebut.

Menurut Abraham Lincoln, “Demokrasi yaitu suatu sistem pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”.

Dalam lingkup Mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Kesadaran terhadap Demokrasi Kampus dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup drastis, hal tersebut dapat dilihat dari kurangnya partisipasi mahasiswa dalam pemilihan Presiden Mahasiswa atau Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seperti beberapa waktu lalu.

Satu minggu belakangan Mahasiswa Polimdo telah menggunakan hak suaranya untuk memilih maupun dipilih. Dalam Pemilihan Ketua BEM tersebut, diluar dari faktor yang diakibatkan pandemi covid-19 yang melanda saat ini sehingga pemilihan harus dilaksanakan secara online, ada beberapa hal yang kemudian harus dicermati.

Pertama, jumlah mahasiswa yang melakukan pemilihan tidak lebih dari setengah Mahasiswa aktif Polimdo, secarah umum kita ketahui bersama bahwasanya apabila dalam suatu pemilihan jumlah suara yang memilih tidak melebihi setengah dari jumlah Pemilih keseluruhan maka itu di katakan tidak sah atau harus melakukan pemilihan ulang.

Kedua, Mekanisme pemilihan yang tidak jelas landasanya, artinya dari beberapa Pemilu yang dilakukan dalam dua tahun terakhir selalu tidak memiliki landasan dan kejelasan, sehingga banyak hal yang kemudian menjadi tanda tanya dalam setiap pemilihan.

Ketiga, tidak memahami fungsi dan tugasnya, dalam pemilihan ada dua lembaga yang bertanggung jawab atas proses pemilihan, pertama Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dimana bertugas sebagai penyelenggara pemilihan , kedua Panitia pengawas pemilu ( Panwaslu) yang bertugas mengawasi proses pemilihan agar berjalan sesuai aturan. Hal tersebut yang menyebabkan sosialisasi terkait pentingnya pemilihan tidak dapat di serap secara utuh oleh mahasiswa, sehingga kesadaran akan pentingnya partisipasi mahasiswa untuk menggunakan hak suaranya dalam pemilihan tidak ada.

Apabila kedua lembaga ini tidak memahami fungsi dan tugasnya sebagimana mestinya maka penyelenggaran pemilihan tidak akan berjalan sesuai aturan, mengutip kata Samuel Hutington, “Demokrasi akan tercipta apabila pemberi keputusan yang kuat dalam suatu sisem pemrintahan dipilih melalui proses pemilihan umum yang jujur dan adil”.

Hal penting lainnya adalah hilangnya kepercayaan Mahasiswa terhadap BEM, dari beberapa kawan-kawan mahasiswa yang saya tanya, mengenai kenapa tidak ikut serta memilih dalam pemilihan, jawaban mereka sederhana saja, ada dan tidak adanya BEM, aspirasi kami juga nantinya tidak akan tersampaikan dan harus berjuang sendirian.

Dari beberapa periode terakhir kepengurusan BEM terjadi banyak hal yang kemudian membuat hilangnya kepercayaan mahasiswa terhadap BEM, dimana BEM yang seharusnya menjadi penghubung aspirasi mahasiswa ke pihak birokrasi tidak melakukan tugasnya secara efektif sebagaimana seharusnya.

 

(Pihak UKM Pers Mahasiswa Polimdo sedang melakukan update tulisan)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.